Memahami Istilah Tasreh di Berbagai Layanan Raudah
Ada satu pola yang berulang di kotak masuk kami. Seorang jamaah mengirimkan dua tangkapan layar: satu dari pesan pembimbing rombongan yang menyebut “tasreh”, satu lagi dari tampilan aplikasi berbahasa Inggris yang menyebut permit. Lalu muncul pertanyaannya: mana yang harus saya urus, atau perlukah keduanya?
Jawabannya menenangkan. Keduanya adalah benda yang sama. Tulisan ini menyusun kosakata yang beredar agar Bapak dan Ibu tidak lagi terkecoh oleh perbedaan penyebutan — sekaligus menunjuk satu perbedaan yang benar-benar nyata dan wajib dipahami.
Bagian pertama: kata yang berbeda, benda yang sama
Kelompok kata berikut boleh dianggap sinonim sepenuhnya. Tidak ada satu pun di antaranya yang menuntut pengurusan terpisah.
- Tasreh
- Serapan dari bahasa Arab tashrih. Kata inilah yang paling sering dipakai pembimbing rombongan dan sesama jamaah di grup percakapan.
- Izin
- Padanan resminya dalam bahasa Indonesia. Dipakai pada pemberitaan dan pengumuman berbahasa Indonesia.
- Permit
- Kata yang muncul pada tampilan berbahasa Inggris, misalnya pada penamaan layanan penerbitan izin Raudah untuk pria dan wanita.
- Tasreeh
- Ejaan alih aksara yang kadang muncul di tulisan berbahasa Inggris. Tetap benda yang sama.
Jadi ketika seseorang berkata “tasrehnya sudah keluar” dan yang lain berkata “permitnya sudah approved”, mereka melaporkan peristiwa yang identik: pengajuan izin kunjungan Raudah telah disetujui sistem. Pengertian dasarnya sudah kami uraikan pada tulisan pembuka mengenai apa itu tasreh Raudah.
Bagian kedua: nama aplikasi yang ikut beredar
Kebingungan berikutnya biasanya datang dari nama-nama aplikasi. Berikut posisinya masing-masing.
Nusuk adalah platform resmi Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, dan di sinilah tasreh diajukan serta diterbitkan. Ia tersedia sebagai aplikasi di App Store, Google Play, dan Huawei AppGallery, serta sebagai situs. Versi berbahasa Indonesianya diluncurkan di Jakarta pada 24 Oktober 2022.
Eatmarna adalah aplikasi lama yang sudah digantikan Nusuk sejak September 2022. Namanya masih sering muncul pada panduan yang tidak pernah diperbarui. Bila Bapak atau Ibu menemukan artikel yang menyuruh mengunduh Eatmarna, artikel itu sudah kedaluwarsa dan sebaiknya ditinggalkan.
Tawakkalna masih beroperasi, tetapi bukan tempat mengurus izin kunjungan Raudah. Menyebutnya dalam konteks ini hanya menambah kebingungan.
Nafath bukan aplikasi pemesanan, melainkan cara masuk yang diperuntukkan bagi warga negara dan penduduk Arab Saudi. Jamaah asal Indonesia mendaftar sebagai akun pengunjung. Ini salah satu titik tersendat paling umum: jamaah mencari-cari menu Nafath yang memang tidak ditujukan untuk mereka.
Bagian ketiga: perbedaan yang benar-benar nyata
Setelah semua kata yang sebenarnya sinonim itu dibereskan, tersisa satu pembedaan yang sungguh-sungguh berbeda dan paling sering membingungkan pembaca Indonesia: tasreh kolektif versus pengajuan mandiri jalur umrah.
Tasreh kolektif
Istilah ini berasal dari collective permit dan merujuk pada pengurusan izin secara berkelompok. Dalam konteks Indonesia, yang biasa dibicarakan dengan sebutan tasreh kolektif adalah fasilitas pada penyelenggaraan haji pemerintah: jemaah haji diberangkatkan per kelompok terbang, dan pengaturan kunjungan Raudah ditangani oleh petugas penyelenggara secara berombongan, bukan diajukan sendiri-sendiri oleh tiap jemaah dari ponsel masing-masing.
Karena itu cerita yang beredar di keluarga sering terdengar sangat berbeda. Seorang paman yang berhaji beberapa tahun lalu bercerita bahwa ia tidak perlu menyentuh aplikasi apa pun, karena semuanya sudah diatur petugas. Keponakannya yang berangkat umrah lalu bingung: mengapa ia harus mengurus sendiri?
Jalur umrah mandiri
Jamaah umrah tidak berada di dalam skema penyelenggaraan haji pemerintah. Pengajuan izin dilakukan atas nama masing-masing melalui Nusuk, dengan akun pengunjung, dan kode QR terbit atas nama tiap orang. Travel boleh saja membantu, pendamping seperti kami boleh saja mendampingi, tetapi bentuk izinnya tetap perorangan.
Jangan dicampur. Menyamakan kedua jalur ini melahirkan dua kekeliruan sekaligus: jamaah umrah menunggu diuruskan padahal tidak ada yang akan menguruskan secara kolektif, dan jemaah haji mencari-cari menu yang memang tidak perlu mereka buka. Audiens tulisan ini adalah jamaah umrah, jadi seluruh penjelasan di situs ini mengikuti jalur pengajuan perorangan.
Satu catatan tambahan agar lengkap. Pada Juli 2026 beredar pernyataan dari asosiasi penyelenggara umrah, AMPHURI, mengenai perubahan status pengurusan kolektif lewat travel untuk umrah. Perlu ditegaskan bahwa itu adalah pernyataan asosiasi, bukan pengumuman resmi dari otoritas Arab Saudi. Kami menyebutkannya apa adanya berikut sumber dan tanggalnya, dan tidak memperlakukannya sebagai aturan yang mengikat.
Bingung jalur mana yang berlaku untuk Bapak atau Ibu?
Sebutkan saja jenis keberangkatannya — umrah mandiri, umrah lewat travel, atau haji — dan kami bantu petakan siapa yang mengurus apa. Bertanya tidak berbiaya dan tidak mengikat.
Bagian keempat: istilah teknis yang sering salah tangkap
Jalur Instan. Diterjemahkan dari Al-Masar Al-Fauri. Ia tidak terikat pembatasan frekuensi yang berlaku pada pemesanan reguler, tetapi mensyaratkan pemohon sedang berada di Kawasan Pusat Madinah. Kata “instan” membuat sebagian orang mengira jalur ini dapat dipakai kapan saja dari mana saja, termasuk dari rumah. Itu tidak benar.
Daftar tunggu. Terjemahan dari waiting list, yaitu fitur mendaftar ketika slot sedang penuh dan menerima pemberitahuan bila ada yang kosong. Istilah ini kerap ditakuti jamaah Indonesia karena mengingatkan pada daftar tunggu haji yang berarti antre bertahun-tahun. Konteksnya sama sekali berbeda; di sini yang dimaksud adalah antrean atas sesi dalam rentang waktu perjalanan.
Kawasan Pusat Madinah. Terjemahan Central Area, yakni wilayah di sekitar Masjid Nabawi. Istilah ini muncul sebagai syarat lokasi, bukan sebagai nama gedung atau loket.
Askar. Sebutan bagi petugas yang menjaga ketertiban di area Raudah. Mereka memeriksa kode QR dan mengatur giliran supaya seluruh pemegang izin kebagian.
Riyadhul Jannah. Sebutan percakapan untuk Raudah, diambil dari makna hadits tentang taman surga. Ia bukan nama layanan di aplikasi, jadi jangan dicari sebagai menu.
Cara memakai daftar ini
Saran praktisnya sederhana. Ketika menerima pesan berisi istilah asing, cocokkan dahulu dengan kelompok mana kata itu berada: kelompok sinonim tasreh, kelompok nama aplikasi, atau kelompok istilah teknis. Sebagian besar kepanikan mereda begitu kata itu ketemu tempatnya.
Bila pesan tersebut memuat tautan dan meminta Bapak atau Ibu mengeklik untuk “memperbaiki data Nusuk”, perlakukan dengan curiga. Peringatan resmi mengenai tautan palsu semacam itu pernah disampaikan petugas haji Indonesia. Kebiasaan yang aman adalah mengetik sendiri alamat resminya di peramban atau membuka aplikasi yang sudah terpasang.
Terakhir, ketentuan dapat berubah sewaktu-waktu, termasuk penamaan menu di dalam aplikasi. Karena itu kami menjelaskan fungsinya, bukan menghafalkan teks tombolnya. Sebelum berangkat, pastikan memeriksa kembali tampilan Nusuk terbaru. Bila hasil pengajuan tidak seperti yang diharapkan, langkah lanjutannya kami uraikan pada catatan tentang tasreh yang ditolak di tahap pengajuan.
Kirimkan istilah yang membingungkan
Tidak perlu menyusun pertanyaan yang rapi. Salin saja kalimatnya apa adanya, lalu kami terjemahkan maksudnya dan sebutkan langkah yang wajar ditempuh. Pengurusan izinnya sendiri tetap berlangsung di Nusuk tanpa pungutan.