TasrehBooking
Glosarium & Pendampingan Izin

Tasreh Raudah adalah surat izin, bukan tiket yang diperjualbelikan

Kata “tasreh” berseliweran di grup jamaah, brosur travel, dan tangkapan layar aplikasi, sering tanpa pernah dijelaskan artinya. Halaman ini membedah kata itu satu per satu: apa maksudnya, siapa yang menerbitkannya, dan bagian mana yang paling sering salah dipahami.

Perlu dinyatakan sejak awal: kami berdiri sendiri, di luar lembaga mana pun. Penerbitan tasreh sepenuhnya berada di tangan platform resmi Nusuk dan tidak berbiaya. Halaman ini tidak memiliki kolom pembayaran dan tidak menerima uang dalam bentuk apa pun.

Pasal 01 · Definisi

Satu kalimat lebih dulu: tasreh berarti izin

Tasreh diserap dari bahasa Arab tashrih (تصريح), yang padanannya dalam bahasa Indonesia adalah izin, dan dalam bahasa Inggris permit. Ketiganya menunjuk benda yang sama. Bila seseorang berkata “sudah punya tasreh” dan yang lain berkata “izinnya sudah terbit”, keduanya sedang membicarakan hal yang identik. Tidak ada dua sistem yang berjalan berdampingan.

  • Penerbitnya satu. Tasreh masuk Raudah diterbitkan melalui platform Nusuk milik Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, baik lewat aplikasinya maupun lewat situsnya.
  • Objeknya sempit. Yang memerlukan tasreh adalah kunjungan ke Raudah, bukan masuk ke Masjid Nabawi secara umum. Dua hal ini kerap dicampur dan membuat jamaah cemas tanpa sebab.
  • Alasannya ruang. Raudah terletak antara rumah Nabi ﷺ — kini makam beliau — dan mimbar beliau, dengan luas hanya sekitar 330 meter persegi. Karena itu kunjungan wajib dipesan lebih dahulu.
  • Biayanya nihil. Halaman layanan resmi mencantumkan tarif penerbitan izin ini sebagai gratis, dan petugas haji Indonesia menegaskan hal yang sama kepada jamaah.
  • Bentuknya digital. Bukti tasreh berupa kode QR di aplikasi Nusuk yang dipindai petugas di pintu. Kode itu terikat pada satu janji temu dan habis pakai sekali kunjungan.
  • Sifatnya pribadi. Tasreh melekat pada identitas pemegangnya dan tidak dapat dipindahtangankan, termasuk kepada anggota keluarga sendiri.

Pasal 02 · Glosarium

Daftar kata yang beredar, beserta arti yang sebenarnya

Banyak kebingungan jamaah bermula dari kosakata, bukan dari prosedur. Berikut kata-kata yang paling sering muncul saat mengurus kunjungan ke Raudah, disusun agar Bapak dan Ibu dapat mencocokkannya sendiri ketika membaca pesan atau membuka aplikasi.

Tasrehtashrih, tasreeh
Surat izin kunjungan. Sama persis maknanya dengan kata “izin” maupun “permit” yang dipakai pada tampilan berbahasa Inggris.
RaudahRiyadhul Jannah
Area di dalam Masjid Nabawi antara rumah Nabi ﷺ dan mimbar beliau. “Riyadhul Jannah” adalah sebutan percakapan, bukan nama layanan di aplikasi.
Nusuk
Platform resmi Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, tersedia sebagai aplikasi maupun situs. Di sinilah tasreh diajukan dan diterbitkan.
Akun pengunjungvisitor account
Jenis akun yang dipakai jamaah asal Indonesia di Nusuk. Layanan ini memang terbuka bagi pengunjung luar negeri, bukan hanya penduduk setempat.
Nafath
Cara masuk khusus warga negara dan penduduk Arab Saudi. Jamaah Indonesia tidak memakainya, jadi jangan mencari-cari menu ini.
Kode QRbarcode
Wujud bukti tasreh di dalam aplikasi. Dipindai petugas di pintu, terikat pada satu janji temu, dan berlaku untuk satu kali kunjungan.
Jalur InstanAl-Masar Al-Fauri
Jalur yang tidak terikat pembatasan frekuensi pemesanan reguler. Syaratnya pemohon sedang berada di Kawasan Pusat Madinah, jadi tidak bisa dipakai dari tanah air.
Kawasan Pusat MadinahCentral Area
Wilayah di sekitar Masjid Nabawi. Istilah ini muncul sebagai syarat lokasi pada Jalur Instan.
Daftar tungguwaiting list
Fitur mendaftar ketika slot sedang penuh, lalu menerima pemberitahuan bila ada yang kosong. Berbeda jauh dari daftar tunggu haji di Indonesia yang berarti antre bertahun-tahun.
Tasreh kolektif
Pengurusan izin per rombongan pada penyelenggaraan haji pemerintah Indonesia. Bukan jalur yang ditempuh jamaah umrah perorangan.
Askar
Petugas yang menjaga ketertiban di area Raudah, memeriksa kode QR, dan mengatur giliran agar seluruh pemegang izin kebagian.
Eatmarna
Aplikasi lama yang sudah digantikan Nusuk sejak September 2022. Bila masih menemukan namanya di panduan lama, panduan itu sudah usang.
Tawakkalna
Aplikasi Saudi yang masih ada, tetapi tidak berkaitan dengan penerbitan izin kunjungan Raudah.

Pasal 03 · Alur layanan

Bagaimana pendampingan ini dijalankan

Tidak ada formulir yang harus diisi di situs ini. Seluruh percakapan berlangsung di WhatsApp, dan Bapak atau Ibu bebas berhenti di langkah mana pun.

  1. Tahap satu

    Sampaikan keperluannya

    Sebutkan perkiraan tanggal berada di Madinah, jumlah jamaah, dan siapa saja yang ikut. Bertanya tidak berbiaya dan tidak mengikat.

  2. Tahap dua

    Kami periksa kesiapannya

    Akun pengunjung di Nusuk, kecocokan data paspor, dan ponsel yang akan dibawa ke Madinah kami telusuri lebih dahulu agar tidak tersendat saat mengajukan.

  3. Tahap tiga

    Pengajuan dan tindak lanjutnya

    Bila slot tersedia dan sistem Nusuk menyetujui, kode QR muncul atas nama masing-masing jamaah. Bila belum, kami bantu menimbang daftar tunggu atau penyesuaian tanggal.

Percakapan dilayani pada jam kerja; pesan yang masuk di luar jam itu dijawab pada giliran berikutnya. Nomor kami 0898-7605-020 — silakan disimpan dahulu bila ingin menghubungi lain waktu.

Pasal 04 · Tanya jawab

Pertanyaan yang paling sering masuk

Apakah TasrehBooking bagian dari Nusuk atau lembaga pemerintah?

Bukan. TasrehBooking berdiri sendiri sebagai layanan pendampingan. Penerbitan tasreh sepenuhnya menjadi kewenangan platform Nusuk milik Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Kami tidak mewakili instansi mana pun dan tidak memiliki akses istimewa ke sistemnya.

Kalau tasreh di Nusuk tidak berbayar, apa yang dibayar di sini?

Betul, penerbitan tasreh di Nusuk dicantumkan tanpa biaya. Yang kami kerjakan adalah jasa bantuan dan pendampingan pengurusannya. Kami tidak menjual izin. Pemerintah Indonesia bahkan meminta jamaah melaporkan siapa saja yang memungut bayaran atas akses ke Raudah, dan imbauan itu kami dukung sepenuhnya.

Apakah slot kunjungan sudah tentu diperoleh?

Tidak ada pihak mana pun yang sanggup memastikannya. Ketersediaan slot ditentukan sistem Nusuk serta kapasitas Raudah yang hanya sekitar 330 meter persegi. Kami mendampingi prosesnya, bukan menentukan hasilnya. Siapa pun yang menyatakan sebaliknya sebaiknya diragukan.

Bagaimana pembayaran jasa pendampingan diatur?

Dibicarakan di percakapan WhatsApp setelah kebutuhan Bapak atau Ibu jelas. Situs ini tidak memiliki kolom pembayaran dan tidak memproses transaksi apa pun.

Apakah tasreh sama dengan visa umrah?

Berbeda. Visa adalah izin memasuki wilayah negara, diurus berbayar jauh sebelum berangkat. Tasreh adalah izin memasuki satu area di dalam Masjid Nabawi, diterbitkan Nusuk tanpa biaya. Uraian lengkapnya ada di artikel beda tasreh, visa, dan kode QR.

Bisakah satu tasreh dipakai bergantian oleh dua orang?

Tidak bisa. Tasreh terikat pada identitas pemegangnya dan diperiksa lewat pemindaian kode QR di pintu. Setiap jamaah memerlukan izin atas namanya sendiri, termasuk suami dan istri yang berangkat bersama.

Apakah tasreh kolektif jemaah haji sama dengan tasreh umrah?

Tidak sama, dan inilah sumber kekeliruan yang paling sering kami jumpai. Tasreh kolektif adalah fasilitas pada penyelenggaraan haji pemerintah Indonesia yang diurus per rombongan. Jamaah umrah menempuh jalur pengajuan atas nama masing-masing melalui Nusuk.

Apakah jamaah Indonesia mendaftar Nusuk lewat Nafath?

Tidak. Nafath diperuntukkan bagi warga negara dan penduduk Arab Saudi. Jamaah asal Indonesia mendaftar sebagai akun pengunjung. Bila sebuah panduan menyuruh Bapak atau Ibu memakai Nafath, panduan itu keliru sasaran.

Pasal 05 · Bacaan

Tulisan terbaru seputar istilah dan prosedurnya

Lihat seluruh daftar artikel

Masih ada kata yang belum jelas?

Kirimkan saja kalimat yang membingungkan Bapak atau Ibu — entah dari pesan travel, tangkapan layar aplikasi, atau penjelasan orang lain. Kami bantu terjemahkan maksudnya dan jelaskan langkah yang masuk akal, tanpa kewajiban melanjutkan ke layanan berbayar.

Konsultasi Gratis via WhatsApp
WhatsApp